Sebab Runtuhnya Khilafah Islamiyah

WebAdmin   12/12/2018   No Comments on Sebab Runtuhnya Khilafah Islamiyah | Dilihat 45 x  |  -A   +A

Para ahli sejarah Islam, khususnya DR. Abdul Halim Uwais – Rahimahullah–telah banyak menulis tentang sebab kejatuhan berbagai negara Islam disepanjang sejarah. Dan bisa kita simpulkan penyebabnya selalu adayang sama di hari ini meskipun berbeda zaman, dan sebab itu ada padakita. Itulah mengapa sampai saat ini kita masih jatuh.

Kita perlu mengetahui sebuah sebab bukan untuk menambah luka tapi agar bisa mengambil pelajaran dan bisa mengatasinya.

Apa saja sebab runtuhnya khilafah Islam?

  • Kerusakan Aqidah dan Banyaknya Aliran Sesat Sebab Utama Runtuhnya Khilafah Islam

Kerusakan aqidah dan munculnya aliran sesat bak jamur dimusim hujan, berkembangdan terus menyebar. Kemudian masyarakat jauh dari ilmu. Mereka telahmembuat negeri Islam kelelahan. Kelompok Khawarij yang mengkafirkandan siap membunuh siapa saja yang berbeda dengannya. Kemudian adakelompok Syiah sebagai benalu peradaban Islam, ia tak memberikehidupan justru mematikan pohonnya. Siapapun yang membaca sejarahpasti tahu bagaimana Hulagu panglima Tartar, Mongol itu bisa leluasamasuk dan menghancurkan Baghdad. Berawal dari kepercayaan bodohpemimpin lemah kepada Muayyadduddin Ibnul Al Qomi (perdana menterisyiah yang mengendalikan seluruh kepemimpinan.). Sekte shufi yangmenyebabkan masyarakat Turki Utsmani tak minat lagi berjihad, “Siapapun yang mengamati sejarah runtuhnya Turki Utsmani, mengetahui sebabutama kejatuhan mereka adalah, secara bertahap mereka jauh dariaqidah yang bersih yang sesuai dengan Al Kitab dan As Sunnah dan menggantinya dengan aqidah khurafat.” (Sulaiman bin Shalih AlKhurasyi, Kaifa Saqathat Ad Daulah Al Utsmaniyyah)

  • Banyaknya Manusia yang Berlomba Menumpuk Harta Menjadi Sebab Runtuhnya Negara Islam

Hal inilah yang sudah diwanti-wanti oleh Rasul dalam banyak hadits.Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Demi Allahbukan kemiskinan yang aku takuti terjadi pada kalian. Tetapi jikadunia dibuka di hadapan kalian…” (HR. Bukhari dan Muslim). Inipula yang membuat Umar menangis. Saat ia melihat harta dari jihad danperhiasan berdatangan ke Madinah, Umar berkata, “Demi Allah,karena inilah kalian bertikai.” Tidaklah Andalus pecah menjadilebih dari 20 negara kecil kecuali karena hal tersebut(berlomba-lomba menumpuk harta). Efeknya panjang. Mereka relabekerjasama dengan kekuatan kafir walaupun harus mengorbankan danmembunuh saudara.

  • Ulama Tak Berperan

Andai ada satu atau dua ulama mau bergerak membimbing umat menujukebangkitan, sangatlah cukup. Tetapi justru mereka yang memberi dalilsebagai dalih atas pengkhianatan itu. Kembali membaca kejatuhanAndalus. Ahli ilmunya asyik memunguti sampah dunia, sehingga merekayang baru belajar ilmu memunculkan berbagai fatwa dan mengawalpergerakan umat. Tentu ini tanpa ilmu.

Dengarlah kalimat ulama hebat Andalus yang mengawal kebangkitan kedua Andalus,Ibnu Hazm –rahimahullah- “Cara kita lepas dari fitnah yangmenimpa Andalus adalah menahan lisan kecuali dari satu hal: AmarMa’ruf dan Nahi Mungkar. Kalau setiap orang yang menolak denganhatinya berkumpul, mereka tak mampu mengalahkan kita.” (SyekhNashir bin Sulaiman Al Umar, Suquth Al Andalus Durusun Wa ‘Ibar)

  • Runtuhnya Khilafah dan Negara Islam Karena Jihad Diganti dengan Hiburan

Salah seorang ulama muslimin di abad ini berkata: Tanyakan kepada sejarah,bukankah redupnya bintang peradaban Islam kita terjadi pada haribersinarnya bintang para artis.” (DR. Thoriq As Suwaidan, AlAndalus At Tarikh Al Mushowwar) 1 Shafar 656 H, ini adalah tahun yangtak pernah terlupakan oleh Baghdad dan seluruh kaum muslimin. Dimanaketika itu Baghdad menghadapi tekanan yang sangat besar yang pernahterjadi sebelumnya. Hulagu mulai mengepung Baghdad, dan menghujaninyadengan panah serta senjata paling mutakhir saat itu. Tapi bacalahsejarah, apa yang sedang dilakukan oleh pemimpin tertinggi musliminsaat itu, apakah dia segera menyatukan muslimin dan mengumumkanjihad? Ibnu Katsir –rahimahullah– yang menyampaikan ini langsung,”Tatar mengepung istana Khalifah dan menghujaninya dengan panahapi, hingga terkenalah seorang wanita yang sedang bermain danmenghibur di hadapan Khalifah. Dan ini salah satu kesalahannya.Wanita itu bernama Arafah. Panah melesat dari salah satu jendela,kemudian membunuhnya saat ia sedang menari di hadapan khalifah.Khalifah terkejut dan sangat marah. Dia mengambil panah yangmenancap. (Al Bidayah wa An Nihayah) Roghib As Sirjani mengomentarikalimat di atas, “Tarian wanita dalam darah telah menjelmamenjadi makanan dan minuman. Harus ada walapun sedang dalam keadaanperang. Saya sungguh tidak paham, bagaimana ia rela menyibukkan diridengan hal tersebut. Padahal negara, rakyat dan dia sendiri sedangdalam keadaan sulit.” (islamstory.com) Hasilnya, 1.000.000muslim mati hanya dalam 40 hari! Termasuk pemimpin mereka yang lalaidan lemah itu, mati dengan cara diinjak-injak di dalam istananyadengan tangan kaki terbelenggu. Sangat hina. Sampailah kita padazaman ini. “Dan Yahudi melipat akhir lembaran kita yangbercahaya” (DR. Abdul Halim Uwais, Dirasah Lisuquth TsalatsinDaulah Islamiyyah) Dan kita telah mendapatkan banyak pelajaran. Kitabukan keledai yang mudah terjatuh dalam lubang yang sama.Menghindarlah dulu dari semua sebab kejatuhan itu. Untuk shafmuslimin segera menggerakkan bagian dari tubuhnya perlahan. Danmemang inilah zamannya. Kesadaran dan pergerakan untuk bangkit itumulai kentara terlihat. Sebelum kami akhiri tulisan ini, tidakkahkita rindu kebangkitan negara Islam? Sedangkan tugas ini ada padakita saat ini? Perhatikan konsep Bymaristan (Rumah Perawatan Pasien)di sejarah kebesaran Islam. Kalau ada pasien datang ke Bymaristanuntuk berobat, maka berikut ini prosedurnya:

  1. Setiap pasien yang datang akan dicatat namanya
  2. Diperiksa oleh kepala dokter detak jantungnya, urinenya dan ditanyakan berbagai gejalanya
  3. Jika oleh dokter pemeriksa dinyatakan hanya rawat jalan, maka dibuatkan resep saja
  4. Resep dibawa ke bagian apotek untuk mengambil obatnya
  5. Jika dokter menyatakan harus dirawat, maka akan langsung diserahkan kepada tim perawatnya (dokter pengawas, perawat dan pelayan kebutuhan pasien)
  6. Setiap pagi dilakukan kunjungan dokter ke semua pasien
  7. Jika telah sembuh, pasien dipersilakan pulang dengan diberi baju baru dan beberapa keping uang emas (DR. Ahmad Isa, Tarikh Al Bymaristanat fil Islam dan Hassan Syamsi Basya, Hakadza Kanu Yaum Kunna)

Mungkinkah kita ulang kebesaran dunia kesehatan ini? Allah mengurung kaliandengan kehinaan sampai kalian mau kembali ke agama kalian! (HR. AbuDawud, dishahihkan oleh Al Albani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.